Rapat Koordinasi Persiapan Penetapan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau Tahun 2026
Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Penetapan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dan antisipatif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau, khususnya menjelang periode musim kemarau.
Rapat dihadiri oleh unsur TNI dan Polri, di antaranya jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Polda Riau, serta Lanud Roesmin Nurjadin. Turut hadir pula BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui unit pengendalian dan penegakan hukum wilayah Sumatera, Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, serta unsur perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau.
Dalam forum tersebut, BMKG memaparkan prakiraan kondisi iklim dan potensi cuaca yang berpengaruh terhadap tingkat kerawanan karhutla di wilayah Riau. Polda Riau bersama Kodim menyampaikan strategi penguatan patroli terpadu serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Sementara itu, Lanud menyatakan kesiapan dukungan sarana udara apabila diperlukan dalam operasi pemadaman dan penanggulangan darurat. Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen dalam pengawasan kawasan hutan, pengendalian hotspot, serta optimalisasi peran Manggala Agni dalam upaya pencegahan dan pemadaman dini. Adapun Kementerian Kesehatan menyoroti kesiapan fasilitas layanan kesehatan dalam mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat, termasuk penanganan ISPA dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam menetapkan status siaga darurat secara tepat waktu dan berbasis data, serta memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan secara cepat, terpadu, dan efektif. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa upaya pencegahan menjadi prioritas utama guna meminimalisir dampak lingkungan, sosial, dan kesehatan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan Tahun 2026.
Rapat dihadiri oleh unsur TNI dan Polri, di antaranya jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Polda Riau, serta Lanud Roesmin Nurjadin. Turut hadir pula BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui unit pengendalian dan penegakan hukum wilayah Sumatera, Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, serta unsur perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau.
Dalam forum tersebut, BMKG memaparkan prakiraan kondisi iklim dan potensi cuaca yang berpengaruh terhadap tingkat kerawanan karhutla di wilayah Riau. Polda Riau bersama Kodim menyampaikan strategi penguatan patroli terpadu serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Sementara itu, Lanud menyatakan kesiapan dukungan sarana udara apabila diperlukan dalam operasi pemadaman dan penanggulangan darurat. Kementerian Kehutanan menegaskan komitmen dalam pengawasan kawasan hutan, pengendalian hotspot, serta optimalisasi peran Manggala Agni dalam upaya pencegahan dan pemadaman dini. Adapun Kementerian Kesehatan menyoroti kesiapan fasilitas layanan kesehatan dalam mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat, termasuk penanganan ISPA dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam menetapkan status siaga darurat secara tepat waktu dan berbasis data, serta memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan secara cepat, terpadu, dan efektif. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa upaya pencegahan menjadi prioritas utama guna meminimalisir dampak lingkungan, sosial, dan kesehatan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan Tahun 2026.