Arsip Analisis Cuaca
Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 26 Februari 2026
Hujan lebat yang terjadi di wilayah Riau pada 26 Februari 2026, khususnya di Kabupaten Siak, dipengaruhi oleh adanya pertemuan dan belokan angin (konvergensi dan shearline) yang menyebabkan penumpukan massa udara lembap di atmosfer. Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta anomali positif di perairan sekitar, sehingga meningkatkan suplai uap air untuk pembentukan awan konvektif. Berdasarkan pemantauan radar cuaca, awan konvektif terpantau cukup merata di wilayah Riau bagian utara dan timur pada malam hari, kemudian bertahan hingga dini hari sebelum berangsur melemah dan bergerak ke arah timur laut. Curah hujan lebat tercatat di ARG Bunga Raya Kabupaten Siak sebesar 50,4 mm.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 25 Februari 2026
Hujan lebat yang melanda wilayah Riau pada 25 Februari 2026 dipicu karena adanya pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah tersebut yang menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara basah. Suhu muka laut yang cukup hangat di perairan sekitar Riau turut meningkatkan kandungan uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan-awan konvektif. Berdasarkan pemantauan citra radar cuaca, awan hujan berkembang secara bertahap pada malam hari, meluas hingga dini hari, dan masih bertahan sampai pagi sebelum berangsur melemah. Curah hujan di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan di ARG Dumai Timur tercatat > 50.0 mm. Hal ini menyebabkan terjadinya pohon tumbang dan genangan air di sejumlah lokasi.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 19 Februari 2026
Pada 19 Februari 2026, terjadi hujan dengan intensitas lebat di Kabupaten Bengkalis wilayah Bukit Batu dengan data curah hujan akumulasi mencapai >50.0 mm dalam periode 24 jam. Secara meteorologis, kejadian ini dipengaruhi oleh terbentuknya belokan angin (shearline) di sekitar Riau yang mengakibatkan pertemuan dan perlambatan massa udara, sehingga meningkatkan pembentukan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat turut memperkaya kandungan uap air di atmosfer. Citra radar cuaca memperlihatkan pertumbuhan awan konvektif yang cukup luas sejak pagi hari, bertahan hingga sore dan malam, kemudian berangsur melemah menjelang pukul 21.00 WIB.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Cuaca Buruk Tanggal 14 Februari 2026
Pada tanggal 14 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hulu. Hujan lebat ini dipicu oleh adanya belokan angin (shearline) di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah, didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta anomali positif yang meningkatkan pasokan uap air. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan konvektif mulai tumbuh sejak malam hari di wilayah Riau bagian barat, kemudian berkembang dan meluas ke wilayah tengah hingga bergerak ke arah tenggara pada dini hari hingga pagi hari sebelum akhirnya meluruh. Curah hujan tertinggi tercatat di ARG Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu sebesar 80,4 mm, disusul ARG Tambusai sebesar 56,6 mm dan ARG Tandun sebesar 50,4 mm dalam 24 jam.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Cuaca Buruk Tanggal 16 Februari 2026
Hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat yang terjadi di wilayah Riau pada tanggal 16 Februari 2026 memberikan dampak terhadap kondisi hidrometeorologi lokal, terutama terkait potensi genangan air permukaan, penurunan titik panas (hotspot), serta rekomendasi kewaspadaan masyarakat. Berdasarkan pantauan dan analisis cuaca Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru, hujan yang terjadi mengguyur hampir seluruh wilayah Provinsi Riau sejak siang hingga malam hari, dengan curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terukur di beberapa daerah seperti Kabupaten Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi genangan air di area permukiman dan akses jalan utama, serta memperhatikan informasi cuaca terkini dari media resmi BMKG.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Februari 2026
Pada tanggal 08 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu. Hujan lebat ini dipicu oleh adanya belokan angin (shearline) yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau, didukung oleh suhu muka laut yang hangat sehingga meningkatkan pasokan uap air. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, pertumbuhan awan konvektif mulai terpantau sejak siang hingga malam hari dan kembali berkembang pada dini hari di wilayah Riau bagian barat. Curah hujan tertinggi tercatat di ARG Pasir Pangaraian sebesar >50.0 mm dalam 24 jam yang menunjukkan kondisi atmosfer cukup labil dan mendukung terjadinya hujan lebat di wilayah tersebut.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 15 Januari 2026
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal 15 Januari 2026 disebabkan oleh adanya pertemuan massa udara (konvergensi) dan belokan angin (shearline) yang memicu penumpukan massa udara basah. Selain itu, Kondisi ini juga didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta aktifnya gelombang Rossby ekuatorial, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan menyebabkan hujan lebat di beberapa wilayah Riau.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Januari 2026
Hujan lebat yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal 08 Januari 2026 disebabkan oleh kombinasi faktor dinamika atmosfer regional dan lokal. Terbentuknya pola konvergensi dan shearline angin yang didukung oleh suhu muka laut yang hangat di Selat Malaka dan perairan sekitar Riau meningkatkan suplai uap air dan memicu pertumbuhan awan konvektif yang intens. Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah, dengan curah hujan harian mencapai lebih dari 50 mm di sejumlah titik pengamatan. Aktivitas awan konvektif yang meluas sejak sore hingga dini hari turut berpotensi menimbulkan angin kencang, meskipun hingga saat pelaporan belum terdapat dampak signifikan yang dilaporkan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 02 Januari 2026
Hujan lebat yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal 02 Januari 2026 disebabkan oleh kombinasi faktor dinamika atmosfer regional dan lokal. Terbentuknya pola konvergensi dan shearline angin yang didukung oleh suhu muka laut yang hangat di Selat Malaka dan perairan sekitar Riau meningkatkan suplai uap air dan memicu pertumbuhan awan konvektif yang intens. Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, dengan curah hujan harian mencapai lebih dari 80 mm di sejumlah titik pengamatan. Aktivitas awan konvektif yang meluas sejak siang hingga dini hari turut berpotensi menimbulkan angin kencang, meskipun hingga saat pelaporan belum terdapat dampak signifikan yang dilaporkan
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 31 Desember 2025
Pada tanggal 31 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru. Kondisi ini dipicu oleh adanya konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, dan didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak sore hari dan meluas hingga malam dan dini hari, kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 01 Januari 2026. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 30 Desember 2025
Cuaca Buruk terjadi pada tanggal 30 Desember 2025 di sebagian wilayah Riau seperti Kab. Rokan Hulu dan Kab. Indragiri Hulu. Hujan dengan intensitas Lebat (>50 - 100 mm/hari) ini disebabkan oleh adanya pola angin konvergen yang memicu penumpukan massa udara diatas wilayah Riau. Uap air yang dibawa dari perairan selat malaka (anomali >0.5 - 2.0 celcius) yang hangat mendukung pertumbuhan awan hujan yang massive diatas wilayah Riau.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 25 Desember 2025
Cuaca Buruk terjadi pada tanggal 25 Desember 2025 di sebagian wilayah Riau seperti Kab. Pelalawan, Kab. Rokan Hilir,(hujan lebat) dan Kota Dumai (angin Kencang). Hujan dengan intensitas Lebat (>50 - 100 mm/hari) ini disebabkan oleh adanya pola angin konvergen yang memicu penumpukan massa udara diatas wilayah Riau. Uap air yang dibawa dari perairan selat malaka (anomali >0.5 - 2.0 celcius) yang hangat mendukung pertumbuhan awan hujan yang massive diatas wilayah Riau.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 13 Desember 2025
Hujan sedang hingga lebat melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada 13 Desember 2025, terutama di Kab. Rokan Hulu, Kab.Kampar, Kota Pekanbaru dan Indragiri Hulu. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh terbentuknya pola shearline dan konvergensi angin yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang masih hangat (28–31°C) sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Citra radar cuaca mengindikasikan pertumbuhan awan konvektif yang masif dan persisten, dengan pusat aktivitas di wilayah Riau bagian barat, tengah hingga pesisir timur, yang bertahan dari sore hingga dini hari. BMKG telah menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada para pemangku kepentingan serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat lanjutan yang dapat disertai petir dan angin kencang
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 12 Desember 2025
Hujan sedang hingga sangat lebat melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada 12 Desember 2025, dengan dampak genangan dan banjir di beberapa ruas jalan serta permukiman, khususnya di Kota Pekanbaru. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh terbentuknya pola shearline dan konvergensi angin yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang masih hangat (28–30°C) sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Citra radar cuaca mengindikasikan pertumbuhan awan konvektif yang masif dan persisten, dengan pusat aktivitas di wilayah Riau bagian barat, tengah hingga pesisir timur, yang bertahan dari sore hingga dini hari. BMKG telah menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada para pemangku kepentingan serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat lanjutan yang dapat disertai petir dan angin kencang
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 11 Desember 2025
Pada tanggal 11 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar. Dampak yang diakibatkan berdasarkan berita media ialah banjir dan genangan air khususnya di daerah Bangkinang. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin Yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak pagi menjelang siang dan meluas hingga sore hari kemudian meluruh pada malam hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 05 Desember 2025
Pada tanggal 05 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang menjelang sore dan meluas hingga malam dan dini hari kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 06 Desember 2025. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 04 Desember 2025
Pada tanggal 04 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang menjelang sore dan meluas hingga malam dan dini hari kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 05 Desember 2025. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 01 Desember 2025
Pada tanggal 01 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Pelalawan dan Kab. Rokan Hulu. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang menjelang sore dan meluas hingga malam dan dini hari kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 02 Desember 2025. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Analisis Cuaca Buruk Tanggal 15 November 2025
Pada tanggal 15 November 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kota Dumai, Kab. Kampar, dan Kab. Siak. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak pagi menjelang siang dan meluas hingga malam hari sebelum meluruh pada dini hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Analisis Cuaca Buruk Tanggal 17 Oktober 2025
Pada tanggal 17 Oktober 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Rokan Hilir, Kab. Kampar, Kab. Siak. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak pagi menjelang siang dan meluas hingga malam hari sebelum meluruh pada dini hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 06 Oktober 2025
Pada tanggal 06 Oktober 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru. Curah hujan tercatat mencapai 63,8 mm di Pasir Pangaraian dan 51,0 mm di Pekanbaru. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang dan meluas hingga malam hari sebelum meluruh menjelang dini hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 03 Oktober 2025
Analisis hujan lebat di bebrapa wilayah provinsi Riau akibat dari adanya daerah belokan dan pertemuan angin di Wilayah Riau sebagai salah satu penyebab terjadinya hujan lebat di Wilayah tersebut
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 28 September 2025
Analisis hujan lebat di wilayah Kab. Rokan Hulu dan Kab. Indragiri Hulu akibat dari adanya daerah belokan dan pertemuan angin di Wilayah Riau sebagai salah satu penyebab terjadinya hujan lebat di Wilayah tersebut
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 22 September 2025
Pada 22 September 2025 terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kab. Kampar dan Kota Dumai. Citra radar menunjukkan pertumbuhan awan konvektif sudah muncul sejak siang di wilayah Riau bagian utara, meluas ke tengah, dan barat yang kemudian meluruh pada malam hari. Kejadian ini dipicu oleh aktifnya DMI dan adanya belokan angin (shearline) yang mendukung penumpukan massa udara basah dan peningkatan konveksi.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 14 September 2025
Analisa Cuaca Buruk tanggal 14 September 2025 di Wilayah Kab. Kampar dan Kota Dumai, dimana curah hujan menunjukkan intensitas lebat di Kab. Kampar yaitu (57.6 mm) dan Kota Dumai (82.8 mm). Hal ini dikarenakan adanya Belokan angin dan Konvergwnsi di Wilayah Riau.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 10 September 2025
Pada 10 September 2025 terjadi hujan lebat–sangat lebat di Kampar (109 mm), Pekanbaru (84 mm), dan Pelalawan (58,5 mm). Kejadian ini dipicu oleh konvergensi dan belokan angin, ditunjang suhu muka laut hangat (30–32°C, anomali +1–2,5°C) serta DMI negatif yang meningkatkan konveksi. Hujan berlangsung sejak sore hingga pagi hari berikutnya. Riau telah memasuki awal musim hujan, dengan potensi hujan sedang–lebat masih berlanjut di beberapa wilayah.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 4 September 2025
Pada tanggal 4 September 2025, wilayah Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Rokan Hulu, mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Data curah hujan menunjukkan intensitas tertinggi terjadi di Kuantan Tengah (102,4 mm) dan Tambusai, Rokan Hulu (76,4 mm). Secara meteorologis, kondisi ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi dan belokan angin di atas Riau yang memicu pertumbuhan awan hujan. Selain itu, suhu muka laut (30–32°C) dengan anomali positif 1,0–2,5°C turut memberikan pasokan uap air signifikan. Faktor lain yang berkontribusi adalah nilai Dipole Mode Index (DMI) negatif (-1,28) yang meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Sumatera bagian barat. Citra radar menunjukkan pertumbuhan awan hujan mulai terlihat pada malam 4 September di bagian barat Riau, kemudian meluas ke bagian tengah dan selatan, dan bertahan hingga pagi 5 September 2025.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)Analisis Cuaca Buruk Tanggal 3 September 2025
Pada 3 September 2025, sebagian wilayah Provinsi Riau dilanda hujan lebat yang terjadi hampir sepanjang malam hingga dini hari. Kejadian ini cukup menjadi perhatian karena intensitas hujan yang tinggi tercatat di beberapa lokasi, terutama di wilayah Kampar, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru. Meskipun belum ada laporan dampak signifikan yang ditimbulkan, kondisi cuaca ini menjadi pengingat bahwa sebagian besar wilayah Riau telah memasuki awal musim hujan. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memicu hujan lebat ini adalah adanya daerah konvergensi dan belokan angin di atas wilayah Riau yang mendorong pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang hangat serta dukungan anomali Dipole Mode Index (DMI) turut menambah pasokan uap air di atmosfer, sehingga memperkuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)