Arsip Analisis Cuaca

Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 15 Mei 2026
15 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 15 Mei 2026

ada tanggal 15 Mei 2026 terjadi hujan dengan intensitas lebat di beberapa wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Indragiri Hulu. Curah hujan tertinggi tercatat di ARG Bantan Kabupaten Bengkalis sebesar 82,0 mm, disusul ARG Bukit Batu sebesar 71,0 mm dan Stamet Japura Inhu sebesar 67,6 mm. Berdasarkan analisis meteorologi, kejadian hujan lebat dipengaruhi oleh adanya belokan angin (shearline), sirkulasi siklonik di perairan Riau bagian timur, serta aktifnya Gelombang Kelvin yang meningkatkan pasokan uap air dan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau. Suhu muka laut yang hangat serta kondisi atmosfer yang labil kuat juga mendukung terbentuknya awan hujan yang berkembang luas hingga dini hari.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 12 Mei 2026
13 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 12 Mei 2026

Pada tanggal 12 Mei 2026 pukul 15.00 WIB terpantau awan konvektif mulai tumbuh di wilayah Barat, Selatan dan Pesisir Timur Provinsi Riau. Kemudian, gugusan awan ini meluas dan membesar di seluruh wilayah Riau dan bertahan hingga dini hari. Sehingga menyebabkan beberapa wilayah provinsi Riau diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yaitu di wilayah Kab. Kampar, Kab. Rokan Hilir, Kab. Rokan Hulu dan Kab. Bengkalis.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 11 Mei 2026
12 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 11 Mei 2026

•Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 11 Mei 2026 (24 jam UTC) tercatat di wilayah Provinsi Riau yaitu data curah hujan di ARG Rumbai Timur Kota Pekanbaru (51 mm). •Berdasarkan citra radar cuaca tanggal 11 Mei 2026 pukul 07.00 WIB terpantau awan konvektif sudah matang di wilayah Riau bagian utara, tengah, dan barat. Pada pukul 08.00 WIB, gugusan awan ini meluas ke wilayah Pekanbaru, dan awan-awan ini meluruh pada pukul 13.00 WIB. •Kejadian hujan lebat ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis utama, yaitu: MJO yang berada fase 3. Kondisi ini cukup mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Riau. Selain itu, adanya belokan angin di wilayah Riau dan adanya sirkulasi siklonik di perairan Riau ikut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Riau. Kondisi atmosfer yang labil sedang-kuat turut ikut meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 10 Mei 2026
11 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 10 Mei 2026

Pada tanggal 10 - 11 Mei 2026, wilayah Provinsi Riau mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hilir. Curah hujan tercatat cukup tinggi, mencapai > 100.0 mm di Kabupaten Rokan Hilir. Berdasarkan analisis meteorologi, kondisi ini dipicu oleh aktifnya MJO pada fase 2 dan didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta suplai uap air yang cukup tinggi. Awan konvektif mulai tumbuh pada malam hari, kemudian semakin meluas pada dini hari dan bertahan hingga pagi hari.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 06 Mei 2026
09 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 06 Mei 2026

• Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 06 Mei 2026 (24 jam) tercatat di wilayah Provinsi Riau yaitu data curah hujan di Kabupaten Pelalawan (Kuala Kampar 64.6 mm), Kabupaten Bengkalis (Bantan 50.6 mm), dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuantan Tengah 58.6 mm). • Berdasarkan citra radar cuaca tanggal 06 Mei 2026 pukul 07.00 WIB terpantau sudah terdapat awan konvektif yang matang di wilayah Riau bagian tengah. Awan konvektif mulai terbentuk di hampir seluruh wilayah Riau pada pukul 12.00 WIB, dan gugusan awan ini menjadi semakin luas dan matang pada pukul 14.00 WIB. Pada pukul 18.00 WIB, terpantau bahwa awan konfektif di Riau mulai meluruh menyisakan awan hujan di Kab. Kuantan Singingi hingga pukul 04.00 WIB tanggal 7 Mei 2026. • Kejadian hujan lebat ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis utama, yaitu: Adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah. Suhu muka laut (SST) yang hangat (29–31°C) serta anomali positif yang meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. • Kondisi atmosfer yang labil kuat dan didukung oleh aktifnya fenomena gelombang ekuatorial Kelvin serta MJO fase 2 meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan di Riau. • Kombinasi faktor tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif yang tumbuh secara signifikan dan persisten, sehingga menghasilkan hujan dengan durasi yang cukup lama (±07.00–02.00 WIB).

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Mei 2026
09 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Mei 2026

tanggal 08 Mei 2026 pukul 09.00 WIB terpantau awan konvektif mulai tumbuh di wilayah Utara Provinsi Riau. Kemudian, gugusan awan ini meluas dan membesar di seluruh wilayah Riau dan bertahan hingga dini hari dan bergerak ke arah Tenggara – Selatan Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 07 Mei 2026
09 May 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 07 Mei 2026

•Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 07 Mei 2026 (24 jam UTC) tercatat di wilayah Provinsi Riau yaitu data curah hujan di Kabupaten Rokan Hilir (ARG Rimba Melintang Rokan Hilir 75.6 mm). •Berdasarkan analisis citra radar cuaca, pertumbuhan awan konvektif mulai terjadi sejak pagi hari di wilayah Riau bagian utara dan menjadi matang dan meluas pada siang hari. Awan konvektif di wilayah Rokan Hilir meluruh pada pukul 17.00 WIB. Sementara itu, pada tanggal 8 Mei 2026 pukul 01.00 WIB, awan konvektif tumbuh kembali di wilayah utara Riau dan matang pada pukul 02.00 di wilayah Rokan Hilir. Awan-awan ini tumbuh meluas dan masih bertahan di wilayah Rokan Hilir hingga pagi hari pukul 07.00 WIB. •Kejadian hujan lebat ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis utama, yaitu: Adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah. Suhu muka laut (SST) yang hangat (29–31°C) serta anomali positif yang meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. •Kondisi atmosfer yang labil kuat dan didukung oleh aktifnya fenomena gelombang ekuatorial Kelvin meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan di Riau. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif yang tumbuh secara signifikan dan persisten, sehingga menghasilkan hujan dengan durasi yang cukup lama (±13.00–17.00 WIB dan ±01.00–07.00 WIB).

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 25 April 2026
27 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 25 April 2026

Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 25 April 2026 (24 jam) tercatat di wilayah Provinsi Riau yaitu data curah hujan di Kota Pekanbaru tepatnya di ARG Rumbai Timur (83,4 mm). • Berdasarkan analisis citra radar cuaca, pertumbuhan awan konvektif mulai terjadi sejak pagi hari di wilayah Riau bagian utara, tengah dan selatan, kemudian awan mulai berkumpul ke wilayah Riau bagian tengah menuju ke barat pada siang hari. Awan konvektif menjadi matang dan meluas ke hampir seluruh wilayah Riau bagian tengah pada sore hari pukul 16.00 WIB. Gugusan awan-awan ini mempertahankan sistemnya hingga pukul 18.00 WIB, dan meluruh pada malam hingga dini hari namun masih terdapat awan konvektif di Riau bagian timur. • Kejadian hujan lebat ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis utama, yaitu: Adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah. Suhu muka laut (SST) yang hangat (29–31°C) serta anomali positif yang meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. • Kondisi atmosfer yang labil kuat dan didukung oleh aktifnya fenomena gelombang ekuatorial Kelvin meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan di Riau. • Kombinasi faktor tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif yang tumbuh secara signifikan dan persisten, sehingga menghasilkan hujan dengan durasi yang cukup lama (±10.00–23.00 WIB) dan berdampak pada terjadinya banjir dan genangan di wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 21 April 2026
22 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 21 April 2026

Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 21 April 2026 (24 jam) tercatat di wilayah Provinsi Riau seperti data curah hujan di SSHSN Pelalawan (59.3 mm), ARG Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan (63.8 mm), dan ARG Bunga Raya Kabupaten Siak (64.8 mm), ARG Siak (54.2 mm), ARG Minas Kabupaten Siak (70 mm). Berdasarkan analisis citra radar cuaca, pertumbuhan awan konvektif mulai terjadi sejak pagi hari di wilayah Riau bagian utara dan selatan, kemudian terdapat pertumbuhan awan di wilayah Riau bagian tengah, timur dan barat pada siang hari. Awan konvektif menjadi matang dan meluas ke hampir seluruh wilayah Riau pada sore hari pukul 15.00 WIB. Gugusan awan-awan ini mempertahankan sistemnya hingga pukul 20.00 WIB, dan meluruh pada dini hari. Kejadian hujan lebat ini dipicu oleh beberapa faktor meteorologis utama, yaitu: - Adanya pola siklonik dan konvergensi di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah. Suhu muka laut (SST) yang hangat (29–31°C) serta anomali positif yang meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. - Kondisi atmosfer yang labil kuat dan didukung oleh aktifnya fenomena gelombang ekuatorial Kelvin meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan di Riau. - Kombinasi faktor tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif yang tumbuh secara signifikan dan persisten, sehingga menghasilkan hujan dengan durasi yang cukup lama (±15.00–01.00 WIB) dan berdampak pada terjadinya banjir dan genangan di wilayah Kab. Pelalawan serta Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 20 April 2026
21 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 20 April 2026

Kejadian hujan lebat pada 20 April 2026 di wilayah Riau, khususnya Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Bengkalis, disebabkan oleh kombinasi faktor atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Adanya pola konvergensi dan perlambatan angin menyebabkan penumpukan massa udara basah, diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat serta anomali positif yang meningkatkan suplai uap air. Kondisi atmosfer yang labil kuat memicu terbentuknya awan Cumulonimbus yang berkembang sejak dini hari, mencapai puncak pada siang hingga sore hari, dan menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama. Dampaknya, terjadi banjir dan genangan di sejumlah wilayah terdampak.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 18 April 2026
19 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 18 April 2026

Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang terjadi di wilayah Provinsi Riau pada 18 April 2026 dipicu oleh kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Teridentifikasi adanya daerah pertemuan massa udara (konvergensi) dan perlambatan angin di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan uap air di atmosfer. Selain itu, suhu muka laut yang hangat turut meningkatkan suplai uap air. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan konvektif mulai tumbuh sejak sore hari dan berkembang intens pada malam hingga dini hari. Kondisi atmosfer yang labil, didukung oleh energi konvektif yang cukup besar, menyebabkan awan hujan berkembang secara optimal dan menghasilkan hujan dengan durasi cukup lama. Akibatnya, hujan lebat tersebut menimbulkan genangan hingga banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang masih dapat terjadi, terutama pada siang hingga malam hari, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 16 April 2026
17 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 16 April 2026

Pada tanggal 16 April 2026, wilayah Riau diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yakni di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini dipicu karena adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin (shearline) yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau. Selain itu, suhu muka laut yang hangat dan anomali positif turut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan konvektif mulai tumbuh sejak sore hari yang kemudian berkembang semakin luas dan masif hingga malam hari. Pertumbuhan awan konvektif kembali terjadi pada dini hari terutama di wilayah selatan dan timur dan kondisi ini bertahan hingga pagi hari sebelum mulai akhirnya meluruh disertai penurunan intensitas hujan. Aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 14 April 2026
15 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 14 April 2026

Pada tanggal 14 April 2026, terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Provinsi Riau, yakni Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hulu. Kondisi ini dipicu karena adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin (shearline) yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau. Selain itu, suhu muka laut yang hangat serta anomali positif juga turut serta dalam meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, awan konvektif mulai terbentuk pada siang hari dan berkembang semakin masif pada malam hari dan bertahan hingga dini hari yang kemudian mulai meluruh pada pagi hari.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 April 2026
09 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 April 2026

Pada 08 April 2026, wilayah Provinsi Riau mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dengan curah hujan tertinggi tercatat di ARG Kampar Kiri, Kabupaten Kampar sebesar 74,4 mm, disusul ARG Bantan, Kabupaten Bengkalis 69 mm, ARG Siak, Kabupaten Siak 60 mm, dan ARG Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis 57 mm. Berdasarkan citra radar cuaca, awan konvektif mulai terpantau pada sore hari di wilayah barat dan selatan Riau, kemudian berkembang meluas hingga menutupi sebagian besar wilayah Riau pada malam hingga dini hari, sebelum berangsur meluruh pada pagi hari. Kondisi hujan ini dipicu oleh adanya konvergensi dan shearline yang menyebabkan penumpukan massa udara basah, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif secara signifikan di wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 05 April 2026
06 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 05 April 2026

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah Riau pada 5 April 2026 dipicu oleh adanya pertemuan massa udara (konvergensi) dan belokan angin (shearline) yang menyebabkan penumpukan udara basah dan mendukung pertumbuhan awan konvektif. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat serta anomali positif yang meningkatkan suplai uap air. Berdasarkan pengamatan radar, awan hujan berkembang luas hingga hampir menutupi sebagian besar wilayah Riau dan bertahan cukup lama, sehingga menimbulkan curah hujan signifikan di beberapa daerah dan berdampak banjir di Kota Pekanbaru.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 03 April 2026
04 April 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 03 April 2026

Pada tanggal 03 April 2026, wilayah Provinsi Riau mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar dan Kab. Pelalawan. Curah hujan tercatat cukup tinggi yakni di atas 50 mm/hari. Berdasarkan analisis meteorologi, kondisi ini dipicu oleh adanya pertemuan massa udara (konvergensi) dan belokan angin (shearline) yang menyebabkan penumpukan udara basah serta didukung juga oleh suhu muka laut yang hangat dan suplai uap air yang cukup tinggi. Pertumbuhan awan konvektif terpantau cukup masif pada malam hari dan bertahan hingga dini hari. Kondisi ini juga dipicu karena aktifnya gelombang kelvin di wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Provinsi Riau Tanggal 27 Maret 2026
30 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Provinsi Riau Tanggal 27 Maret 2026

Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau pada 27 Maret 2026, beberapa daerah tersebut yakni Kab. Kuantan Singingi. Kondisi ini dipicu karena aktifnya gelombang Rossby ekuatorial yang memperkuat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan hujan mulai tumbuh pada malam hari di wilayah barat dan utara Riau, kemudian meluas hingga menutupi sebagian besar wilayah pada dini hari yang kemudian berangsur menurun pada siang hari dan muncul kembali pada dini hari.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 28 Maret 2026
29 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 28 Maret 2026

Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau pada 28 Maret 2026, beberapa daerah tersebut yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kab. Kampar, Kab. Siak, Kab. Rokan Hulu, Kab. Pelalawan, dan Kab. Kuantan Singingi. Kondisi ini dipicu karena aktifnya gelombang Rossby ekuatorial yang memperkuat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan hujan mulai tumbuh pada malam hari di wilayah barat dan utara Riau, kemudian meluas hingga menutupi sebagian besar wilayah pada dini hari yang kemudian berangsur menurun pada pagi hari.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Riau Tanggal 20 Maret 2026
21 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Riau Tanggal 20 Maret 2026

Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 20 Maret 2026 (24 jam) tercatat di wilayah Provinsi Riau seperti data curah hujan di Kab. Rokan Hulu ARG Pasir Pangaraian (69.4 mm). Berdasarkan citra radar cuaca tanggal 20 Maret 2026 pukul 07.00, terpantau sudah terbentuk awan konvektif di wilayah Riau bagian utara dan tengah yang bertahan hingga pukul 10.00 WIB. Pada pukul 12.00 WIB, awan konvektif tumbuh di Riau bagian tengah, timur dan selatan secara sporadis yang meluas ke wilayah Riau bagian utara hingga pukul 14.00 WIB. Awan-awan konvektif ini membentuk gugusan multisel dan bergerak ke wilayah Riau bagian Barat Laut (Kabupaten Rokan Hulu) pada pukul 17.00 WIB, dan meluruh pada pukul 19.00 WIB. Terlihat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau bagian tengah dan barat daya (perbatasan wilayah Riau dan Sumatera Utara) pada pukul 20.00 WIB, yang bergerak masuk ke wilayah Riau pada 21 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Pada pukul 02.00 WIB, gugusan awan ini meluas ke wilayah Riau bagian barat dan bagian tengah, dan ke bagian selatan pada pukul 02.00 WIB. Pada pukul 04.00 WIB, Awan-awan ini menjauhi wilayah Riau bagian barat laut dan bergerak ke wilayah Riau bagian timur. Pada pukul 07.00 WIB, terlihat bahwa awan konvektif di wilayah Riau bagian tengah dan utara dan selatan masih bertahan pada fase matang. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah Riau dipicu karena adanya konvergensi dan shearline yang menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara basah. Selain itu aktivitas gelombang ekuatorial rossby yang sedang melewati wilayah Riau ikut mendukung terjadinya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kab. Rokan Hulu.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Riau Tanggal 19 Maret 2026
20 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Riau Tanggal 19 Maret 2026

Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 19 Maret 2026 (24 jam) tercatat di wilayah Provinsi Riau seperti data curah hujan di Kab. Indragiri Hulu ARG Batang Cenaku (64.8 mm). Berdasarkan citra radar cuaca tanggal 19 Maret 2026 pukul 07.00, terpantau sudah terbentuk awan konvektif yang matang di sepanjang perbatasan Riau dengan Sumatera Barat yang bertahan hingga pukul 10.00 WIB. Pada pukul 12.00 WIB, terdapat pertumbuhan awan konvektif di Riau bagian tengah, utara, dan selatan secara sporadis yang meluas di hampir seluruh Riau pada pukul 16.00 WIB. Pada pukul 18.00 WIB, terjadi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau bagian selatan yang tumbuh matang pada pukul 22.00 WIB dan meluas ke wilayah Riau bagian tengah tanggal 20 Maret 2026 pukul 00.00 WIB. Gugusan awan ini bertahan hingga pukul 02.00 WIB, dan mulai meluruh pada pukul 03.00 WIB. Pada pukul 05.00 WIB, gugusan awan konvektif wilayah Riau bagian selatan sudah luruh. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah Riau dipicu karena adanya konvergensi dan shearline yang menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara basah.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Riau Tanggal 14 Maret 2026
16 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Riau Tanggal 14 Maret 2026

Curah hujan dengan intensitas lebat tanggal 14 Maret 2026 (24 jam) tercatat di wilayah Provinsi Riau seperti data curah hujan di Kab. Rokan Hulu ARG Pasir Pangarian (66,6 mm), ARG Mesonet Rohul (55,8 mm), serta di Kab. Kep. Meranti yaitu ARG Tebing Tinggi (52,4 mm).Berdasarkan citra radar cuaca tanggal 14 Maret 2026 pukul 07.00, awan konvektif terpantau di wilayah Riau bagian barat, tengah dan selatan. Pada pukul 13.00 WIB, terpantau awan konvektif menjadi matang di hampir seluruh wilayah Riau. Kondisi ini bertahan hingga pukul 01.00 WIB. Awan di wilayah Riau mulai meluruh sejak pukul 03.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah Riau dipicu karena adanya konvergensi dan shearline yang menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara basah. Selain itu aktivitas gelombang ekuatorial kelvin yang sedang melewati wilayah Riau ikut mendukung terjadinya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kab. Rokan Hulu dan Kab. Kepulauan Meranti.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Angin Puting Tanggal 14 Maret 2026
16 March 2026

Analisis Kejadian Angin Puting Tanggal 14 Maret 2026

Aktivitas konvektif yang terpantau sejak pukul 18.22 WIB menunjukkan terbentuknya sistem badai lokal yang cukup kuat di wilayah Kabupaten Siak, dengan karakteristik sirkulasi yang berputar dan reflektivitas kuat. Kejadian angin puting beliung di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada tanggal 14 Maret 2026 didukung oleh aktivitas konvektif kuat yang terbentuk akibat adanya updraft yang kuat. Analisis citra radar menunjukkan awan konvektif dalam (Cb) dengan reflektivitas tinggi, potensi cuaca signifikan (SWWI), serta indikasi sirkulasi rotasi pada produk SRV yang mendukung terbentuknya pusaran lokal. Didukung oleh kondisi dinamika atmosfer regional seperti Gelombang Ekuatorial Kelvin, sistem badai lokal ini memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang hingga menyebabkan kerusakan di permukiman warga.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 13 Maret 2026
14 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 13 Maret 2026

Pada tanggal 13 Maret 2026 terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu dengan curah hujan tercatat sebesar 59,8 mm/24 jam di ARG Tandun. Kejadian hujan ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi dan belokan angin (shearline) di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Riau dan Selat Malaka yang meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Berdasarkan citra radar cuaca, awan konvektif terpantau mulai terbentuk sejak dini hari dan meluas pada siang hingga sore hari sebelum akhirnya meluruh pada malam hari.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 04 Maret 2026
05 March 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 04 Maret 2026

Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di beberapa wilayah Provinsi Riau pada tanggal 04 Maret 2026, terutama di wilayah pesisir seperti Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan data pengamatan curah hujan, tercatat hujan lebat dengan akumulasi mencapai 60,0 mm di ARG Bantan Kabupaten Bengkalis dalam periode 24 jam. Kondisi ini berkaitan dengan dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Riau, sehingga memicu terjadinya hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 26 Februari 2026
27 February 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 26 Februari 2026

Hujan lebat yang terjadi di wilayah Riau pada 26 Februari 2026, khususnya di Kabupaten Siak, dipengaruhi oleh adanya pertemuan dan belokan angin (konvergensi dan shearline) yang menyebabkan penumpukan massa udara lembap di atmosfer. Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta anomali positif di perairan sekitar, sehingga meningkatkan suplai uap air untuk pembentukan awan konvektif. Berdasarkan pemantauan radar cuaca, awan konvektif terpantau cukup merata di wilayah Riau bagian utara dan timur pada malam hari, kemudian bertahan hingga dini hari sebelum berangsur melemah dan bergerak ke arah timur laut. Curah hujan lebat tercatat di ARG Bunga Raya Kabupaten Siak sebesar 50,4 mm.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 25 Februari 2026
26 February 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 25 Februari 2026

Hujan lebat yang melanda wilayah Riau pada 25 Februari 2026 dipicu karena adanya pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah tersebut yang menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara basah. Suhu muka laut yang cukup hangat di perairan sekitar Riau turut meningkatkan kandungan uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan-awan konvektif. Berdasarkan pemantauan citra radar cuaca, awan hujan berkembang secara bertahap pada malam hari, meluas hingga dini hari, dan masih bertahan sampai pagi sebelum berangsur melemah. Curah hujan di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan di ARG Dumai Timur tercatat > 50.0 mm. Hal ini menyebabkan terjadinya pohon tumbang dan genangan air di sejumlah lokasi.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 19 Februari 2026
20 February 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 19 Februari 2026

Pada 19 Februari 2026, terjadi hujan dengan intensitas lebat di Kabupaten Bengkalis wilayah Bukit Batu dengan data curah hujan akumulasi mencapai >50.0 mm dalam periode 24 jam. Secara meteorologis, kejadian ini dipengaruhi oleh terbentuknya belokan angin (shearline) di sekitar Riau yang mengakibatkan pertemuan dan perlambatan massa udara, sehingga meningkatkan pembentukan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat turut memperkaya kandungan uap air di atmosfer. Citra radar cuaca memperlihatkan pertumbuhan awan konvektif yang cukup luas sejak pagi hari, bertahan hingga sore dan malam, kemudian berangsur melemah menjelang pukul 21.00 WIB.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Cuaca Buruk Tanggal 14 Februari 2026
18 February 2026

Analisis Kejadian Cuaca Buruk Tanggal 14 Februari 2026

Pada tanggal 14 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hulu. Hujan lebat ini dipicu oleh adanya belokan angin (shearline) di wilayah Riau yang menyebabkan penumpukan massa udara basah, didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta anomali positif yang meningkatkan pasokan uap air. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan konvektif mulai tumbuh sejak malam hari di wilayah Riau bagian barat, kemudian berkembang dan meluas ke wilayah tengah hingga bergerak ke arah tenggara pada dini hari hingga pagi hari sebelum akhirnya meluruh. Curah hujan tertinggi tercatat di ARG Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu sebesar 80,4 mm, disusul ARG Tambusai sebesar 56,6 mm dan ARG Tandun sebesar 50,4 mm dalam 24 jam.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Cuaca Buruk Tanggal 16 Februari 2026
17 February 2026

Analisis Kejadian Cuaca Buruk Tanggal 16 Februari 2026

Hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat yang terjadi di wilayah Riau pada tanggal 16 Februari 2026 memberikan dampak terhadap kondisi hidrometeorologi lokal, terutama terkait potensi genangan air permukaan, penurunan titik panas (hotspot), serta rekomendasi kewaspadaan masyarakat. Berdasarkan pantauan dan analisis cuaca Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru, hujan yang terjadi mengguyur hampir seluruh wilayah Provinsi Riau sejak siang hingga malam hari, dengan curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terukur di beberapa daerah seperti Kabupaten Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi genangan air di area permukiman dan akses jalan utama, serta memperhatikan informasi cuaca terkini dari media resmi BMKG.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Februari 2026
09 February 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Februari 2026

Pada tanggal 08 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu. Hujan lebat ini dipicu oleh adanya belokan angin (shearline) yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau, didukung oleh suhu muka laut yang hangat sehingga meningkatkan pasokan uap air. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, pertumbuhan awan konvektif mulai terpantau sejak siang hingga malam hari dan kembali berkembang pada dini hari di wilayah Riau bagian barat. Curah hujan tertinggi tercatat di ARG Pasir Pangaraian sebesar >50.0 mm dalam 24 jam yang menunjukkan kondisi atmosfer cukup labil dan mendukung terjadinya hujan lebat di wilayah tersebut.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 15 Januari 2026
16 January 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 15 Januari 2026

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal 15 Januari 2026 disebabkan oleh adanya pertemuan massa udara (konvergensi) dan belokan angin (shearline) yang memicu penumpukan massa udara basah. Selain itu, Kondisi ini juga didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta aktifnya gelombang Rossby ekuatorial, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan menyebabkan hujan lebat di beberapa wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Januari 2026
09 January 2026

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 08 Januari 2026

Hujan lebat yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal 08 Januari 2026 disebabkan oleh kombinasi faktor dinamika atmosfer regional dan lokal. Terbentuknya pola konvergensi dan shearline angin yang didukung oleh suhu muka laut yang hangat di Selat Malaka dan perairan sekitar Riau meningkatkan suplai uap air dan memicu pertumbuhan awan konvektif yang intens. Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah, dengan curah hujan harian mencapai lebih dari 50 mm di sejumlah titik pengamatan. Aktivitas awan konvektif yang meluas sejak sore hingga dini hari turut berpotensi menimbulkan angin kencang, meskipun hingga saat pelaporan belum terdapat dampak signifikan yang dilaporkan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 02 Januari 2026
03 January 2026

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 02 Januari 2026

Hujan lebat yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal 02 Januari 2026 disebabkan oleh kombinasi faktor dinamika atmosfer regional dan lokal. Terbentuknya pola konvergensi dan shearline angin yang didukung oleh suhu muka laut yang hangat di Selat Malaka dan perairan sekitar Riau meningkatkan suplai uap air dan memicu pertumbuhan awan konvektif yang intens. Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, dengan curah hujan harian mencapai lebih dari 80 mm di sejumlah titik pengamatan. Aktivitas awan konvektif yang meluas sejak siang hingga dini hari turut berpotensi menimbulkan angin kencang, meskipun hingga saat pelaporan belum terdapat dampak signifikan yang dilaporkan

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 31 Desember 2025
01 January 2026

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 31 Desember 2025

Pada tanggal 31 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru. Kondisi ini dipicu oleh adanya konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, dan didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak sore hari dan meluas hingga malam dan dini hari, kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 01 Januari 2026. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 30 Desember 2025
31 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 30 Desember 2025

Cuaca Buruk terjadi pada tanggal 30 Desember 2025 di sebagian wilayah Riau seperti Kab. Rokan Hulu dan Kab. Indragiri Hulu. Hujan dengan intensitas Lebat (>50 - 100 mm/hari) ini disebabkan oleh adanya pola angin konvergen yang memicu penumpukan massa udara diatas wilayah Riau. Uap air yang dibawa dari perairan selat malaka (anomali >0.5 - 2.0 celcius) yang hangat mendukung pertumbuhan awan hujan yang massive diatas wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 25 Desember 2025
26 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 25 Desember 2025

Cuaca Buruk terjadi pada tanggal 25 Desember 2025 di sebagian wilayah Riau seperti Kab. Pelalawan, Kab. Rokan Hilir,(hujan lebat) dan Kota Dumai (angin Kencang). Hujan dengan intensitas Lebat (>50 - 100 mm/hari) ini disebabkan oleh adanya pola angin konvergen yang memicu penumpukan massa udara diatas wilayah Riau. Uap air yang dibawa dari perairan selat malaka (anomali >0.5 - 2.0 celcius) yang hangat mendukung pertumbuhan awan hujan yang massive diatas wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 13 Desember 2025
14 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 13 Desember 2025

Hujan sedang hingga lebat melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada 13 Desember 2025, terutama di Kab. Rokan Hulu, Kab.Kampar, Kota Pekanbaru dan Indragiri Hulu. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh terbentuknya pola shearline dan konvergensi angin yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang masih hangat (28–31°C) sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Citra radar cuaca mengindikasikan pertumbuhan awan konvektif yang masif dan persisten, dengan pusat aktivitas di wilayah Riau bagian barat, tengah hingga pesisir timur, yang bertahan dari sore hingga dini hari. BMKG telah menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada para pemangku kepentingan serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat lanjutan yang dapat disertai petir dan angin kencang

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 12 Desember 2025
13 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 12 Desember 2025

Hujan sedang hingga sangat lebat melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada 12 Desember 2025, dengan dampak genangan dan banjir di beberapa ruas jalan serta permukiman, khususnya di Kota Pekanbaru. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh terbentuknya pola shearline dan konvergensi angin yang menyebabkan penumpukan massa udara basah di wilayah Riau. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang masih hangat (28–30°C) sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer. Citra radar cuaca mengindikasikan pertumbuhan awan konvektif yang masif dan persisten, dengan pusat aktivitas di wilayah Riau bagian barat, tengah hingga pesisir timur, yang bertahan dari sore hingga dini hari. BMKG telah menyampaikan informasi dan peringatan dini kepada para pemangku kepentingan serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat lanjutan yang dapat disertai petir dan angin kencang

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 11 Desember 2025
12 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 11 Desember 2025

Pada tanggal 11 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar. Dampak yang diakibatkan berdasarkan berita media ialah banjir dan genangan air khususnya di daerah Bangkinang. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin Yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak pagi menjelang siang dan meluas hingga sore hari kemudian meluruh pada malam hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 05 Desember 2025
06 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 05 Desember 2025

Pada tanggal 05 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang menjelang sore dan meluas hingga malam dan dini hari kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 06 Desember 2025. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 04 Desember 2025
05 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 04 Desember 2025

Pada tanggal 04 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Kampar. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang menjelang sore dan meluas hingga malam dan dini hari kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 05 Desember 2025. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 01 Desember 2025
02 December 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 01 Desember 2025

Pada tanggal 01 Desember 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kab. Pelalawan dan Kab. Rokan Hulu. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang menjelang sore dan meluas hingga malam dan dini hari kemudian meluruh pada pagi hari tanggal 02 Desember 2025. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 15 November 2025
21 November 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 15 November 2025

Pada tanggal 15 November 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kota Dumai, Kab. Kampar, dan Kab. Siak. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau dan fenomena Gelombang Rossby dan Kelvin Ekuatorial. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak pagi menjelang siang dan meluas hingga malam hari sebelum meluruh pada dini hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 17 Oktober 2025
28 October 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 17 Oktober 2025

Pada tanggal 17 Oktober 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Rokan Hilir, Kab. Kampar, Kab. Siak. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak pagi menjelang siang dan meluas hingga malam hari sebelum meluruh pada dini hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 06 Oktober 2025
07 October 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 06 Oktober 2025

Pada tanggal 06 Oktober 2025, wilayah Riau dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Pekanbaru. Curah hujan tercatat mencapai 63,8 mm di Pasir Pangaraian dan 51,0 mm di Pekanbaru. Kondisi ini dipicu oleh belokan angin dan konvergensi yang memicu penumpukan massa udara basah, didukung suhu muka laut hangat di perairan sekitar Riau. Pertumbuhan awan hujan mulai tampak sejak siang dan meluas hingga malam hari sebelum meluruh menjelang dini hari. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 03 Oktober 2025
04 October 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 03 Oktober 2025

Analisis hujan lebat di bebrapa wilayah provinsi Riau akibat dari adanya daerah belokan dan pertemuan angin di Wilayah Riau sebagai salah satu penyebab terjadinya hujan lebat di Wilayah tersebut

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 28 September 2025
29 September 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 28 September 2025

Analisis hujan lebat di wilayah Kab. Rokan Hulu dan Kab. Indragiri Hulu akibat dari adanya daerah belokan dan pertemuan angin di Wilayah Riau sebagai salah satu penyebab terjadinya hujan lebat di Wilayah tersebut

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 22 September 2025
23 September 2025

Analisis Kejadian Hujan Lebat Tanggal 22 September 2025

Pada 22 September 2025 terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kab. Kampar dan Kota Dumai. Citra radar menunjukkan pertumbuhan awan konvektif sudah muncul sejak siang di wilayah Riau bagian utara, meluas ke tengah, dan barat yang kemudian meluruh pada malam hari. Kejadian ini dipicu oleh aktifnya DMI dan adanya belokan angin (shearline) yang mendukung penumpukan massa udara basah dan peningkatan konveksi.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 14 September 2025
15 September 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 14 September 2025

Analisa Cuaca Buruk tanggal 14 September 2025 di Wilayah Kab. Kampar dan Kota Dumai, dimana curah hujan menunjukkan intensitas lebat di Kab. Kampar yaitu (57.6 mm) dan Kota Dumai (82.8 mm). Hal ini dikarenakan adanya Belokan angin dan Konvergwnsi di Wilayah Riau.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 10 September 2025
11 September 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 10 September 2025

Pada 10 September 2025 terjadi hujan lebat–sangat lebat di Kampar (109 mm), Pekanbaru (84 mm), dan Pelalawan (58,5 mm). Kejadian ini dipicu oleh konvergensi dan belokan angin, ditunjang suhu muka laut hangat (30–32°C, anomali +1–2,5°C) serta DMI negatif yang meningkatkan konveksi. Hujan berlangsung sejak sore hingga pagi hari berikutnya. Riau telah memasuki awal musim hujan, dengan potensi hujan sedang–lebat masih berlanjut di beberapa wilayah.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 4 September 2025
05 September 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 4 September 2025

Pada tanggal 4 September 2025, wilayah Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Rokan Hulu, mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Data curah hujan menunjukkan intensitas tertinggi terjadi di Kuantan Tengah (102,4 mm) dan Tambusai, Rokan Hulu (76,4 mm). Secara meteorologis, kondisi ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi dan belokan angin di atas Riau yang memicu pertumbuhan awan hujan. Selain itu, suhu muka laut (30–32°C) dengan anomali positif 1,0–2,5°C turut memberikan pasokan uap air signifikan. Faktor lain yang berkontribusi adalah nilai Dipole Mode Index (DMI) negatif (-1,28) yang meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Sumatera bagian barat. Citra radar menunjukkan pertumbuhan awan hujan mulai terlihat pada malam 4 September di bagian barat Riau, kemudian meluas ke bagian tengah dan selatan, dan bertahan hingga pagi 5 September 2025.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)
Thumbnail Analisis Cuaca Buruk Tanggal 3 September 2025
04 September 2025

Analisis Cuaca Buruk Tanggal 3 September 2025

Pada 3 September 2025, sebagian wilayah Provinsi Riau dilanda hujan lebat yang terjadi hampir sepanjang malam hingga dini hari. Kejadian ini cukup menjadi perhatian karena intensitas hujan yang tinggi tercatat di beberapa lokasi, terutama di wilayah Kampar, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru. Meskipun belum ada laporan dampak signifikan yang ditimbulkan, kondisi cuaca ini menjadi pengingat bahwa sebagian besar wilayah Riau telah memasuki awal musim hujan. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang memicu hujan lebat ini adalah adanya daerah konvergensi dan belokan angin di atas wilayah Riau yang mendorong pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang hangat serta dukungan anomali Dipole Mode Index (DMI) turut menambah pasokan uap air di atmosfer, sehingga memperkuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

picture_as_pdf Baca Selengkapnya (PDF)