Peringatan Dini Cuaca Riau
Peringatan Dini Cuaca Wilayah Riau tgl 15 Januari 2026 pkl. 13:40 WIB berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pkl 13:50 WIB di Kabupaten Kampar: Xiii Koto Kampar, Kampar Kiri Hulu, Tapung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu: Rengat, Rengat Barat, Kabupaten Bengkalis: Pinggir, Kabupaten Indragiri Hilir: Reteh, Kuala Indragiri, Gaung Anak Serka, Concong, Kabupaten Pelalawan: Kerumutan, Teluk Meranti, Bandar Sei Kijang, Kabupaten Rokan Hulu: Rokan Iv Koto, Pendalian Iv Koto, Kabupaten Siak: Sungai Apit, Minas, Kerinci Kanan, Kandis, Pusako, Kabupaten Kuantan Singingi: Singingi, Kabupaten Kepulauan Meranti: Merbau, Kota Dumai: Bukit Kapur Dan dapat meluas ke wilayah Kabupaten Kampar: Kuok, Kampar Kiri, Salo, Koto Kampar Hulu, Kabupaten Indragiri Hulu: Kuala Cenaku, Kabupaten Bengkalis: Siak Kecil, Bukit Batu, Kabupaten Indragiri Hilir: Enok, Tembilahan, Tempuling, Mandah, Tanah Merah, Batang Tuaka, Gaung, Tembilahan Hulu, Pelangiran, Kempas, Sungai Batang, Kabupaten Pelalawan: Pangkalan Kerinci, Kabupaten Rokan Hulu: Ujung Batu, Rambah, Rambah Samo, Tandun, Kabun, Kabupaten Siak: Tualang, Sungai Mandau, Kabupaten Kuantan Singingi: Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Gunungtoar, Singingi Hilir, Hulu Kuantan, Sentajo Raya, Kota Pekanbaru: Sail, Lima Puluh, Rumbai, Bukit Raya, Tenayan Raya, Rumbai Pesisir Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pkl 16:40 WIB
Prakiraan Cuaca Mingguan
Kunjungi Channel arrow_forward
Gempa Bumi Terkini
Pusat gempa berada di darat 5 km utara Kab. Bener Meriah
info Saran BMKG: Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
Lihat Semuanya arrow_forwardInformasi Kualitas Udara PM2.5
Data real-time untuk wilayah Pekanbaru tersedia langsung di situs resmi BMKG.
Peta Sebaran Hotspot Terkini
Informasi FDRS (Tingkat Bahaya Kebakaran)
Data Observasi FDRS Riau (FFMC)
Citra Satelit Cuaca Wilayah Riau
Himawari-9 IR Enhanced
Pada produk Himawari-9 EH menunjukkan suhu puncak awan yang didapat dari pengamatan radiasi pada panjang gelombang 10.4 mikrometer yang kemudian diklasifikasi dengan pewarnaan tertentu, dimana warna hitam atau biru menunjukkan tidak terdapat pembentukan awan yang banyak (cerah), sedangkan semakin dingin suhu puncak awan, dimana warna mendekati jingga hingga merah, menunjukan pertumbuhan awan yang signifikan dan berpotensi terbentuknya awan Cumulonimbus.
Himawari-9 Rainfall Potential
Produk turunan Himawari-9 Potential Rainfall adalah produk yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi curah hujan, yang disajikan berdasarkan kategori ringan, sedang, lebat, hingga sangat lebat, dengan menggunakan hubungan antara suhu puncak awan dengan curah hujan yang berpotensi dihasilkan.
Himawari-9 Convective Cloud
Produk ini adalah hasil kolaborasi penelitian BMKG dengan JMA untuk mengidentifikasi secara objektif jenis awan konvektif yang ditangkap oleh band infrared dan visibel dari satelit Himawari. Produk ini diupdate setiap 1 jam.
Berita Terkini
Lihat Semua Berita arrow_forward
15 October 2025
BMKG dan Forkopimda Siak Perkuat Literasi Cuaca Maritim Melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
Siak, 15 Oktober 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru...
Baca Selengkapnya
25 August 2025
Kepala BMKG Lakukan Kunjungan Kerja di Pekanbaru, Tekankan Optimalisasi Pelayanan dan Operasi Modifikasi Cuaca
Pekanbaru - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja ke...
Baca Selengkapnya
17 August 2025
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80
Pekanbaru, 17 Agustus 2025 – Gema semangat kemerdekaan terasa di halaman Kantor Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada...
Baca Selengkapnya